Syaikh Shalih Al-Fauzan: Kisah Seorang Ulama Yahudi, Bul’am bin Ba’ura

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. Al-A’raf: 175)

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan:

Orang ini adalah seorang ulama dari kalangan Bani Israil. “Orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami.” Seorang alim dari Bani Isra’il. Dan dia merupakan seorang yang terkabul doanya dikarenakan dia mengetahui Ismul A’zham. Dia mengetahui Nama-Nama Allah yang Paling Agung yang dengannya Allah selalu mengabulkan doanya. Dia seorang ahli ibadah sekaligus ulama dan seorang yang dikabulkan doanya, bernama Bul’am, Bul’am bin Ba’ura.

Suatu saat Nabi Musa ‘alaihissalaam dan para pengikutnya dari Bani Israil sedang berjuang melawan pasukan militer saat perang untuk menaklukkan Baitul Maqdis dan mengambil alih dari tangan kaum musyrikin dari kalangan orang-orang Kana’an dan orang-orang Amalek.

Maka musuh-musuh -yang Nabi Musa memeranginya- mendatangi Bul’am, seorang ulama. Mereka takut kepada muslimin, takut kepada Nabi Musa ‘alaihissalam. Mereka mendatangi Bul’am meminta agar dia berdoa kepada Allah untuk menghancurkan Nabi Musa dan kaum muslimin. Mereka memintanya dikarenakan dia adalah orang yang terkabul do’anya. Pada awalnya dia menolak permintaan mereka, berkali-kali menolaknya. Sampai akhirnya mereka membujuknya, tentu saja dengan memberikannya harta. Akhirnya dia mendoakan kejelekan kepada Nabi Musa. Pada akhirnya Allah Jalla wa ‘Ala menimpakan malapetaka kepadanya dan mencabut nikmat atasnya.

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.”

وَلَوْ شِئْنَا لَرَ‌فَعْنَاهُ بِهَا

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu.” (QS. Al-A’raf: 176)

yaitu dengan ayat.

وَلَـٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْ‌ضِ

“Tetapi dia cenderung kepada dunia…” (QS. Al-A’raf: 176)

dia tidak menginginkan derajat dan kemuliaan (dari Allah).

أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْ‌ضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ

“Tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.” (QS. Al-A’raf: 176)

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُ‌كْهُ يَلْهَث

“Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga).” (QS. Al-A’raf: 176)

Anjing selalu menjulurkan lidahnya, apakah itu di bawah naungan ataupun di bawah terik matahari. Ketika berjalan, dia selalu menjulurkan lidahnya. Demikianlah Allah menyamakan orang ini dengan anjing –wal iyadzu billah-, hewan yang paling buruk.

Meskipun dia seorang alim atau yang lain, ketika dia membuang ayat-ayat Allah, maka Allah mencabut darinya. Membuang ayat-ayat Allah dan menuruti kemauan kaum musyrikin dan menentang wali-wali Allah, maka Allah Jalla wa ‘Ala menimpakan bencana kepadanya. Ini menjadi bukti bahwa barangsiapa yang menuruti kemauan orang-orang kafir, menolong dan membantu mereka untuk memerangi kaum muslimin, maka dimisalkan seperti Bul’am. Seperti Bul’am bin Ba’ura yang telah melepaskan diri dari ayat-ayat Allah.

download mp3

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s