Orang Ini Pantas Disebut Pencari Ilmu

تغرب عن الأوطان تكتسب العلا *** وسافر ففي الأسفار خمس فوائد تفرج هم واكتساب معيشة *** وعلم، وآداب، وصحبة ماجد

Pergilah dari negerimu maka engkau akan dapatkan kemuliaan
Dan lakukanlah safar maka dalam safar terdapat lima keuntungan
Hilang kesusahan dan memperoleh penghidupan
Ilmu serta adab, juga berteman dengan orang yang berkedudukan

Ada sebuah kisah tentang seorang yang melakukan perjalanan yang sangat jauh demi mendapatkan hadits dari Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullaah.

Baqi bin Makhlad melakukan perjalanan dari Andalusia (Spanyol) menuju ke Baghdad (Iraq) dengan berjalan kaki. Dia mengarungi daratan, lautan, dan gunung-gunung yang ketika itu umurnya masih 20 tahun. Tujuannya adalah bertemu dengan Al-Imam Ahmad bin Hanbal dan mendengarkan hadits dari beliau.

Ketika sudah hampir tiba di Baghdad, datang kabar tentang ujian yang menimpa Al-Imam Ahmad tentang pendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Juga sampai kepadanya kabar bahwa Al-Imam Ahmad dilarang untuk menyampaikan pelajaran dan mengadakan halaqah-halaqah. Beliau tinggal di rumah dan dipaksa menjadi tahanan rumah. Baqi berkata, “Aku menjadi sangat gelisah karena berita tersebut.” Akan tetapi dia tetap meneruskan perjalanannya.

Setelah sampai di Baghdad dan meletakkan barang bawaannya kemudian dia pergi ke masjid agung di sana. Lalu keluar mencari rumah Imam Ahmad. Maka dia ditunjukkan rumahnya. Dia pun mengetuk pintu dan Imam Ahmad membukakan pintunya.

Kemudian Baqi berkata, “Aku adalah orang asing yang sedang mencari hadits. Aku melakukan perjalanan jauh hanya untuk bertemu anda.” Imam Ahmad berkata, “Dari mana asalmu?” Maka dia menjawab, “Dari barat jauh, aku mengarungi lautan dari negeriku melewati Afrika (maksudnya dari Andalusia).” Imam Ahmad berkata, “Sesungguhnya tempatmu amatlah jauh dan aku ingin membantumu, akan tetapi aku sekarang sedang ditimpa ujian dan ditahan di rumahku.” Maka Baqi berkata, “Wahai Abu Abdillaah! Aku adalah orang asing, tidak ada seorang pun penduduk Baghdad yang akan mengenaliku. Jika anda mengizinkan, aku akan datang setiap hari seperti meminta-minta, mengetuk pintu dan meminta shadaqah. Kemudian anda keluar dan menyampaikan hadits kepadaku walaupun satu hadits setiap hari.” Maka Imam Ahmad menjawab, “Baiklah, tapi dengan syarat kamu tidak menampakkan diri di halaqah-halaqah dan di hadapan para ahli hadits.”

Baqi berkata: Kemudian aku mengambil kayu di tanganku dan melilitkan kain ke kepala. Kemudian aku mendatangi pintu rumah Imam Ahmad dan berteriak, “Pahala, semoga Allah merahmati anda.” Maka Imam Ahmad keluar menemuiku dan mengunci pintu rumah. Lalu beliau menyampaikan kepadaku dua atau tiga hadits sampai terkumpul padaku sekitar 300 hadits.

Lalu Allah hilangkan ujian yang menimpa Al-Imam Ahmad dan beliau diperbolehkan kembali untuk mengadakan pelajaran dan membuka halaqah-halaqah. Jika aku datang menemui beliau di halaqah, beliau selalu mempersilahkan tempat untuk duduk di samping beliau. Beliau berkata kepada murid-muridnya, “Orang ini pantas disebut pencari ilmu.” Kemudian beliau menceritakan kepada mereka kisahku bersama beliau.

Suatu saat aku sedang sakit. Imam Ahmad datang menjengukku bersama-sama dengan murid-murid beliau yang membawa pena-pena mereka untuk menuliskan perkataan guru mereka.

(dinukil dari ورثة الأنبياء/Waratsatul Anbiyaa’, Syaikh Abdul Malik Al-Qoshim: 63-64)

6 thoughts on “Orang Ini Pantas Disebut Pencari Ilmu

  1. Bismillah
    Afwan ya akhi
    Nama ulama ini bukan Baqi bin Miqdad tapi Baqi bin Maqlad
    Coba di cek lagi , Baarakallahu fiikum

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s