Kisah Umar bin ‘Abdul Aziz rahimahullah Ketika Sakit dan Anak-Anaknya

Ditulis oleh Al-Ustadz Fahmi Abubakar Jawwas

Di bawah ini kisah yang membuat Syaikhuna Abdullah bin Mar’i bin Buraik hafidzahullaah menangis, beliau berdiam sejenak tergenang air matanya dan terbata-bata perkataannya.

Pelajaran As-Siyaasah Asy-Syar’iyyah fii Ishlaahi Ar-Raa’i war Ra’iyyah Lisy-Syaikh Al-Islaam rahimahullaah

Sesungguhnya sebagian khalifah Bani Al-Abbas bertanya kebeberapa ulama untuk menceritakan kepada mereka apa yang mereka lihat (pengalaman-pent). Aku telah melihat Umar bin ‘Abdil Aziz rahimahullaah, maka dikatakanlah kepada beliau, “Wahai Amirul Mu’minin apakah kamu membiarkan mulut-mulut anakmu dari harta ini dan kamu meninggalkannya dalam keadaan miskin, tidak ada sesuatupun untuk mereka!”

Dan ketika itu di dalam keadaan sakit yang beliau wafat di dalamnya, maka beliau berkata, ”Hadapkanlah mereka kepadaku.” Maka mereka dihadapkanlah, dan mereka 13 orang lebih anak laki-laki yang belum mencapai umur baligh.

Maka ketika beliau melihat mereka bercucurlah air mata beliau, kemudian beliau berkata, ”Wahai anak-anakku, demi Allah aku tidak mencegah kalian dari hak-hak yang sungguh itu kepunyaan kalian, dan aku bukanlah seseorang yang mengambil harta manusia, kemudian aku berikan kepada kalian, dan sesungguhnya kalian itu salah satu dari dua orang, entah orang shaleh, maka Allah-lah wali bagi orang-orang yang shaleh, atau bukan orang yang shaleh, maka aku tidak meninggalkan harta baginya yang dia pakai membantunya untuk bermaksiat kepada Allaah! Maka berdirilah kalian dariku.”

Ulama tadi berkata, ”Maka aku telah melihat beberapa anak-anaknya membawa ratusan kuda di jalan Allah yakni diberikan kepada mereka untuk orang-orang yang mengendarainya berperang di jalan Allah. (Syarh Siyaasah Asy-Syar’iyyah fi ishlaahi Ar-Raa’i Wa Ra’iyyah,fashlul Awwal baab Isti’maal Al-Ashlah 23,Majmu’ Al-Fataawa Lisyaikhil Islaam 28/249)

Berkata Syaikh Al-Islam rahimahullaah dan kepemimpinan Umar bin ‘Abdil Aziz rahimahullaah dari ujung timur negeri Turki sampai ujung barat di negeri Andalus dan lainnya dari kepulauan Qabrus dan mulut Syam dan beberapa ibu kota seperti Thurthus (ujung Syaam) dan selainnya sampai ujung negeri Yaman. Dan sesungguhnya setiap anak-anaknya hanya mendapatkan warisan sedikit, dikatakan lebih sedikit dari 20 Dirhaam (sekitar 10.000 real yamani atau sekitar Rp 450.000 -pent)

Berkata Syaikhu Syaikhina Al-Utsaimin rahimahullaah, ”Kemudian beliau (Umar bin Abdul Aziiz rahimahullaah) berkata, ‘Sungguhnya kalian salah satu dari dua orang, entah orang yang shaleh, maka Allah-lah yang menjadi walinya’, seperti yang difirmankan Allah Ta’ala

ان ولي الله الذي نزل الكتاب وهو يتولي الصالحين

“Sesungguhnya penolongku adalah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia menolong orang-orang yang shaleh.” (QS. Al-‘Araf:196)

Dan pertolongan Allah bagi mereka lebih baik daripada pertolongan ayahnya kepada mereka, ‘Atau bukan orang yang shaleh, maka aku tidak meninggalkan harta untuknya yang kamu pakai untuk bermaksiat kepada Allah’. Ini adalah dari kefaqihannya, apakah mereka anak-anaknya berada dalam kemiskinan? Tidak sama sekali.

Ulama tadi berkata, ‘maka aku telah melihat beberapa anak-anaknya membawa ratusan kuda di nafkahkan dijalan Allah’. Mereka telah Allah berikan kecukupan (kekayaan-pent) dan dia memberikan dari hartanya 100 ekor kuda yang dipakai untuk berjihad di jalan Allah, Subhanallaah! Allah Ta’ala menolong seseorang yang meninggalkan hawa nafsunya untuk keta’atan kepada Allah, seperti yang dikatakan Syaikh Al-Islam rahimahullaah, “Orang yang menunaikan amanat dengan menyelisihi hawa nafsunya, maka Allah akan mengokohkan dia dan menjaganya dan juga menjaga keluarganya dan hartanya setelahnya, tetapi bagi orang yang mengikuti hawa nafsunya dia akan mendapatkan sebaliknya.”

Berkata Syaikhuna Abdullah bin Mar’i bin Buraik hafidzahullaah, “Maksud dari kisah ini adalah untuk membuat pemimpin dan juga rakyat merasa berkecukupan.”

Abu Bakr Fahmi Ababakar Jawwas
Yang mengharapkan rahmat dan ampunan Rabbnya
7 Rabi’ul Awwal 1432 H/ 11 April 2011 M

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s