Hukum Memakai Celana Di Atas Mata Kaki dan Memelihara Jenggot

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc.

Tanya: Apa hukumnya memakai celana di atas  mata kaki da memelihara jenggot?

Jawab: Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk mentaati-Nya dan  mentaati Rasul-Nya. Dan diantara bentuk ketaaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah memakai celana di atas  mata kaki dan memelihara jenggot. Adapun hukum asal memakai kain dan  perhiasan adalah mubah, dan tidak diharamkan kecuali jika ada dalil yang menunjukkanya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّـهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Siapa yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rizki yang baik?’ Katakanlah: ‘Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.’ Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui”. (Al A’raaf: 32)

Namun Rasulullah صلى الله عليه و سلم  memberikan ketentuan dalam memakai kain agara tidak menjulur  ke bawah mata kakinya, karena hal itu dilarang dan termasuk perbuatan dosa. Adapun kain Rasulullah صلى الله عليه و سلم  ujung kainnya sampai ke tengah betisnya, keatas sedikit atau di bawa tengah betis sampai kedua mata kakinya. Diantara dalil-dalinya adalah sebagai berikut:

1. ‘Utsman bin ‘Affaan Radhiyallahu anhu berkata, “Kain Nabi صلى الله عليه و سلم   sampai ke tengah betisnya” (HR. Muslim). dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kainnya seorang muslim adalah sampai ke tengah betisnya” (HR. Ahmad dan Abu Uwanah).

2. Abu Hurairah رضي الله عنه   berkata. “Rasulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda: “Kainnya seorang mu’min adalah sampai kedua betisnya, kemudian ke tengah betisnya kemudian sampai ke kedua mata kakinya, dan yang di bawahnya (di bawah mata kaki) maka dia di neraka”.

3. Abu Sa’id Al Khudri  رضي الله عنه   berkata, “Rasulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda: “Kainnya seorang mu’min adalah sampai kedua betisnya, tidak mengapa antara betis dengan dua mata kaki.” (HR. Ahmmad dengan sanad shahih).

4. Anas bin Malik رضي الله عنه   berkata, “ Bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda: “ Kain itu sampai betis”. Ketika dilihatnya memberatkan kaum muslimin, beliau bersabda: “Sampai kedua mata kakinya, tidak ada kebaikan yang ada di bawah kedua mata kaki.”

Dan Hadits-hadits tentang larangan isbal (memakai kain di bawah mata kaki) sapai derajat mutawatir secara ma’nawi dalam kitab shahih, sunan juga masanid dan yang lainnya. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbaad-hafizhahullah- (Ulama dan Muhaddits Madinah sekarang ini) ketika ditanya tentang menjulurkan kain di bawah mata kaki (isbal-ed.) dengan tidak sombong, maka beliau menjawab: “ Isbal itu buruk meski tidak sombong dan jika dibarengi kesombongan maka itu lebih buruk”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari رحمه الله dari Amr bin Maimun رضي الله عنه   bahwa Khalifah ‘Umar رضي الله عنه  ditusuk perutnya ketika shalat subuh oleh Abu Lu’luah Al-Majusi budaknya sahabat Mughirah bin Syu’bah رضي الله عنه, kemudian diangkat ke rumahnya kemudian diberi minum air kurma dan diminumnya maka keluar dari tenggorokannya, kemudian diberi air susu maka beliau meminumnya dan keluar dari lukanya. Banyak manusia memujinya dan datanglah seorang anak muda dan berkata: “Bergembiralah wahai Amiirul Mu’minin dengan berita gembira dari Allah untukmu, dari bershahabat dengan Rasulullahصلى الله عليه و سلم  dan apa yang engkau baktikan untuk umat Islam. Apa yang engkau telah lakukan kemudian engkau berkuasa dan berlaku adil serta mendapat syahadah (mati syahid). “Umar رضي الله عنه  menjawab: “Saya berharap hal itu cukup untukku (impas).” Ketika anak muda itu pergi dilihatnya kainnya menyentuh tanah, kemudian beliau berkata: “Kembalikan anak muda itu kepadaku”. Dan beliua berkata: “ Wahai anak saudaraku! Angkat kainmu, maka itu lebih kekal untuk pakaianmu dan lebih suci untuk Rabbmu.”

Maka betapa perhatian beliau terhadap kain yang menjulur melewati mata kaki (isbal) padahal dalam kondisi terluka parah, karena isbal merupakan dosa besar yang  Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengancamnya dengan api neraka.

و الله اعلم بى الصواب

(Dikutip dari Buletin Istiqomah Edisi 65, April 2011, Rubrik Taukah Anda yang diterbitkan oleh Ma’had Ilmi Al Madinah Surakarta. Penanggung Jawab: Ustadz Abu Ahmad Rahmat. Pimpinan Redaksi: Taufan Y. Staff Redaksi: Ibrahim. Editor: Bilal. Sirkulasi: Arif Hidayat, Sa’id. Keuangan: Abu Yasir. Alamat Redaksi: Masjid Jajar, Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta Telp. (0271) 80966065. Email: istiqomah_buletin@yahoo.com. Rekening: Bank Muamalat Cabang Solo No. Rek 922 5684912 a.n. Taufan Yuda Negara (Dana Infaq dan Shadaqah))

Ditulis ulang oleh Al-Akh Ahmad Fauzy Al-Kaumanyjazaahullahu khairan

Artikel terkait: Haramnya Isbal Walaupun Tanpa Kesombongan

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s