Ahmadiyah Bukan Islam!

Pertanyaan: Apakah Ahmadiyah berbeda dengan Islam? (Hendri, 081931691xxx)

Jawaban:

Perbedaan antara mereka, bahwa muslimin (orang Islam) adalah orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala semata dan menjadi pengikut RasulNya (yaitu) Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam dan beriman bahwa Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan tidak ada setelahnya. Adapun Ahmadiyah adalah orang yang mnegikuti Mirza Ghulam Ahmad, mereka adalah orang-orang kafir dan bukan muslimin, karena mereka meyakini bahwa Mirza adalah nabi setelah Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Dan barangsiapa yang berkeyakinan seperti ini maka dia kafir menurut seluruh ulama muslimin, berdasarkan firman Allah jalla wa a’la,

(مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٤٠

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,  tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Dan berdasarkan hadits yang shahih dari Rasululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Aku adalah penutup nabi-nabi, tidak ada nabi setelahku.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hanyalah kepada Allah ‘azza wa jalla kita memohon taufikNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya. (Fatwa Lajnah Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ 2/314)

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah juga menjelaskan, “Dari sini diketahui kafirnya Ahmadiyah karena keimanan mereka bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Dan barangsiapa mengaku nabi setelahnya seperti Musailamah Al-Kadzab maka ia kafir kepada Allah Ta’ala dan (dianggap sebagai) pendusta, begitu pula Al-Aswad Al-‘Ansi di Yaman, Sujjah At-Tamimiyah dan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi dan selain mereka dari orang-orang yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Para shahabat radhiallohu ‘anhum telah sepakat akan kafirnya mereka dan memerangi mereka disebabkan mereka mendustakan makna firman Allah Ta’ala,

(مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٤٠

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,  tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Dan telah mutawatir hadits-hadits dari Rasululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Aku penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.” (Ar-Ruknul Awwal min Arkanil Islam, Ma’nahu wa Muqtadhahu)

Berdasarkan penjelasan di atas, maka marilah kita sama-sama mengajak mereka yang telah ikut-ikutan dengan ajaran (Ahmadiyah) ini atau membela ajaran Ahmadiyah, untuk kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya dengan cara yang hikmah dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban bernegara.

Sumber: Buletin Istiqomah edisi 61 diterbitkan oleh Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s