Menyikapi Aksi-Aksi TERORIS KHAWARIJ (Pendahuluan)

Oleh Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.

PENDAHULUAN

Sesungguhnya segala puji hanya milik Alloh subhanahu wa ta’ala yang kami memujiNya, kami memohon pertolongan dan pengampunan dariNya, kami berlindung dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang mendapatkan petunjuk Alloh, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan olehNya, tidak ada yang dapat menunjukinya.

Saya bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang Haq untuk disembah kecuali Alloh, tiada sekutu bagiNya dan Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Alloh subhanahu wa ta’ala.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-Imraan: 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Alloh menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa’: 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Seperti kita ketahui bersama, dalam kurun enam tahun belakangan ini, negeri kita diguncang dengan sejumlah aksi teroris. Yang paling terakhir (semoga memang yang terakhir), adalah bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton lebih dari sebulan lalu (Juli 2009 -ed), disusul peristiwa-peristiwa yang membuntutinya. Peristiwa-peristiwa itu menyisakan banyak efek negatif yang menyedihkan bagi kaum muslimin. Betapa tidak. Kaum muslimin yang merupakan umat yang cinta damai kemudian tercitrakan menjadi kaum yang suka melakukan kekerasan.

Kondisi ini diperparah dengan munculnya narasumber- narasumber dadakan. Di antara mereka ada yang membenarkan “aksi heroik” para teroris ini. Sedangkan yang lain beranggapan bahwa semua orang yang berpenampilan mengikuti sunnah sebagai orang yang sekomplotan dengan para teroris tersebut. Tak ayal, sebagian orang yang bercelana di atas mata kaki pun jadi sasaran, ditambah dengan cambangnya yang lebat dan istrinya yang bercadar. Padahal, bisa jadi hati kecil orang yang berpenampilan mengikuti sunnah tersebut mengutuk perbuatan para teroris yang biadab itu dengan dalil-dalil yang telah shahih dalam syariat.

Untuk itu kami terpanggil untuk sedikit memberikan penjelasan sepuatar masalah ini, mengingat betapa jeleknya akibat aksi-aksi tersebut. Di mana aksi-aksi teror itu telah memakan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda, sesuatu yang tak tersamarkan bagi kita semua.

Nah, dari manakah teror fisik ini muncul, sehingga berakibat sesuatu yang begitu kejam dan selalu mengancam? Tak lain teror fisik ini hanyalah buah dari sebuah teror pemikiran yang senantiasa bercokol pada otak para aktor teror tersebut, yang akan terus membuahkan kegiatan selama teror pemikiran tersebut belum hilang.

Apa yang dimaksud dengan teror pemikiran? Tidak lain, keyakinan bahwa sebagian kaum muslimin telah murtad dan menjadi kafir, terkhusus adalah para penguasa. Bahkan di antara penganut keyakinan ini ada yang memperluas radius pengkafiran itu tidak semata pada para penguasa, baik pengkafiran itu dengan alasan “tidak berhukum dengan hukum Alloh” atau dengan alasan “telah berloyal kepada orang kafir” atau alasan yang lain. Demikian mengerikan pemikiran dan keyakinan ini sehingga pantaslah disebut sebagai teroris pemikiran. Keyakinan semacam ini di masa dulu dijunjung tinggi oleh kelompok sempalan yang disebut dengan Khawarij.

Dengan demikian, teror pemikiran inilah yang banyak memakan korban, dan ketahuilah, korban pertama sebelum orang lain dari teror pemikiran ini adalah justru para pelaku bom bunuh diri tersebut. Mereka terjerat paham yang jahat dan berbahaya ini, sehingga mereka menjadi martir yang siap menerima perintah dari komandannya dalam rangka memerangi “musuh” (versi mereka). Lebih parah lagi, mereka menganggapnya sebagai jihad yang menjanjikan sambutan bidadari sejak saat kematiannya. Keyakinan semacam inilah yang memompa mereka untuk siap menanggung segala resiko dengan penuh sukacita. Sehingga berangkatlah mereka, dan terjadilah apa yang terjadi…

Benarkah mereka disambut bidadari setelah meledaknya tubuh mereka berkeping-keping dengan operasi bom bunuh diri tersebut? Jauh panggang dari api! Bagaimana dikatakan syahid, sementara ia melakukan suatu dosa besar yaitu bunuh diri! Kita tidak mengetahui keputusan Alloh subhanahu wa ta’ala. Kita hanya menghukuminya secara zhahir (lahir) berdasarkan kaidah hukum, tidak boleh bagi kita memastikan bahwa seseorang itu syahid dengan segala konsekuensinya. Bahkan berbagai hadits Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam yang mencela Khawarij dan mengecam bunuh diri lebih tepat diterapkan pada mereka. Oleh karena itulah, saya katakan: Mereka adalah korban pertama kejahatan paham Khawarij sebelum orang lain.

Tolong hal ini direnungi dan dipahami. Terutama bagi mereka yang ternodai oleh paham ini. Selamatkan diri kalian. Kasihanilah diri kalian, keluarga kalian dan umat ini. Kalian telah salah jalan. Bukan itu jalan jihad yang sebenarnya. Segeralah kembali sebelum ajal menjemput. Sebelum kalian menjadi korban yang kesekian. Teman-teman seperjuangan kalian dan juga ustadz kalian tidak akan dapat menolong kalian dari hukum Alloh. Masing-masing diri kalian akan mempertanggungjawabkan amalnya sendiri:

“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Alloh pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (QS. Maryam: 95)

Sekedar itikad baik tidaklah cukup. Itikad baik haruslah berjalan seiring dengan cara yang baik.

Kami goreskan tinta dalam lembar-lembar yang singkat ini, dengan tujuan agar semua pihak mendapatkan hidayah. Barangkali masih ada orang yang sudi membaca dan merenungkannya dengan penuh kesadaran. Juga agar semua pihak dapat bersikap dengan benar dan baik. Sekaligus ini sebagai pernyataan kami, karena kami pun menuai getah dari aksi teror tersebut.

(Bersambung, InsyaAlloh)

Sumber: Menyikapi Aksi-Aksi TERORIS Khawarij, Makalah Ringkas tentang Kesalahan Aksi Teroris. Penerbit Maktabah Al-Ghuroba’

Silakan tinggalkan komentar Anda di sini, بارك الله فيك

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s