Ibnu Babasyadz An-Nahwi dan Seekor Kucing

bismillah

يحكى أن ابن بابشاذ النحوي كان يوما في سطح جامع مصر، وهو يأكل شيئا وعنده ناس، فحضرهم قط، فرموا له لقمة، فأخذها في فيه، وغاب عنهم، ثم عاد إليهم، فرموا له شيئا آخر، ففعل كذلك، وتردد مرارا كثيرة، وهم يرمون له، وهو يأخذه ويغيب به، ثم يعود من فوره، حتى عجبوا منه، وعملوا أن مثل هذا الطعام لايأكله وحده لكثرته, فلما استرابوا حاله تبعوه فوجدوه يراقى إلى حائط في سطح الجامع، ثم ينزل إلى موضع خال صورة بيت خراب، وفيه قط آخر أعمى، وكل ما يأخذه من الطعام يحمله إلى ذلك القط ويضعه بين يديه، وهو يأكله، فعجبوا من تلك الحال، فقال ابن بابشاذ: إذا كان هذا حيوانا أخرس قد سخر الله ـ سبحانه وتعالى ـ له هذا القط، وهو يقوم بكفايته، ولم يحرمه الرزق، فكيف يضيع مثلي؟

Diceritakan bahwa suatu hari Ibnu Babasyadz An-Nahwi sedang berada di atap Masjid Jami’ Mesir. Dia sedang makan suatu makanan dan di sampingnya ada banyak orang. Beberapa saat kemudian seekor kucing mendatangi mereka, maka mereka pun memberikannya secuil makanan. Kucing itu pun mengambil dengan mulutnya kemudian pergi meninggalkan mereka.

Tak beberapa lama kemudian kucing itu datang lagi, mereka pun melemparkan makanan lain kepada kucing tersebut. Kucing itu melakukan hal yang sama berulang-ulang. Setiap kali mereka melemparkan makanan, kucing itu mengambilnya lalu pergi kemudian kembali lagi. Orang-orang menjadi heran karena makanan sebanyak itu tidak mungkin dimakannya sendirian karena terlalu banyak.

Karena penasaran dengan hal itu, mereka pun mengikuti kucing tersebut dan melihatnya melompat ke atas dinding di atap Masjid Jami’ kemudian turun ke tempat yang searah dengannya di antara reruntuhan. Ternyata di dalamnya ada kucing lain yang buta. Semua makanan yang diambil dibawanya kepada kucing yang buta tersebut dan diletakkan di hadapannya, lalu kucing buta itu memakannya. Mereka pun merasa takjub dengan kejadian ini.

Maka berkatalah Ibnu Babasyadz, “Apabila untuk binatang buta seperti ini saja Allah Subhanahu wa Ta’ala menundukkan kucing ini untuknya. Kucing ini memenuhi kecukupannya dan tidak menghalangi rezekinya, maka bagaimana lagi dengan orang sepertiku?”

puss

Dari وفيات الأعيان و أنباء أبناء الزمان (Wafayat Al-A’yan wa Anba’ Abna’ Az-Zaman) juz 2 hal. 516 karya Al-Qadhi Ibnu Khallikan.

[Download] Rekaman Dauroh Sukoharjo: Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama bersama Ust. Afifuddin

Download rekaman muhadharah dengan tema “Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama” bersama Al-Ustadz Afifuddin As-Sidawi hafizhahullaah– pada hari Sabtu, 26 Oktober 2013 di Masjid Ma’had Ittiba’us Sunnah Tawang, Weru, Sukoharjo.

Untuk download file bisa dilakukan dengan klik kanan -> Save Link As atau yang semisal. Untuk lebih mempermudah download, kami sarankan menggunakan software download manager seperti IDM, FDM, atau yang semisal.

No Nama Kajian Ukuran (MB)
1
Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama – Sesi 1
4.83
2
Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama – Sesi 2
4.68
3
Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama – Sesi 3
5.46
4
Berakhlak Mulia Terhadap Ulama, Umara’ (Penguasa), Dan Sesama – Sesi tanya-jawab
4.40

Bekerjasama dengan:

[Download] Rekaman Kajian UNS, Kebutuhan Qalbu terhadap Ilmu : Upaya Menjaga Hidayah Allah bersama Ust. Ayip Syafruddin

Download rekaman kajian UNS Sabtu pagi dengan tema “Kebutuhan Qalbu terhadap Ilmu : Upaya Menjaga Hidayah Allah” bersama Al-Ustadz Ayip Syafruddinhafizhahullaah– pada hari Sabtu, 02 November 2013 di Masjid Syukur (belakang UNS) Surakarta.

Untuk download file bisa dilakukan dengan klik kanan -> Save Link As atau yang semisal. Untuk lebih mempermudah download, kami sarankan menggunakan software download manager seperti IDM, FDM, atau yang semisal.

No Nama Kajian Ukuran (MB)
1
Sesi 1 Kebutuhan Qalbu terhadap Ilmu
4.47
2
Sesi 2 Oleh-Oleh Rihlah ke Malaysia & Singapura
1.15

Bekerjasama dengan: