Mohon Doa Untuk Pernikahan Kami Berdua (Rizky & Wori)

bismillah-apik

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَ‌حْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُ‌ونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لم ير للمتحابين مثل التزويج

“Tidak ada penawar yang lebih manjur bagi dua insan yang saling mencintai dibanding pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)

Undangan Walimah 2

Ibnu Babasyadz An-Nahwi dan Seekor Kucing

bismillah

يحكى أن ابن بابشاذ النحوي كان يوما في سطح جامع مصر، وهو يأكل شيئا وعنده ناس، فحضرهم قط، فرموا له لقمة، فأخذها في فيه، وغاب عنهم، ثم عاد إليهم، فرموا له شيئا آخر، ففعل كذلك، وتردد مرارا كثيرة، وهم يرمون له، وهو يأخذه ويغيب به، ثم يعود من فوره، حتى عجبوا منه، وعملوا أن مثل هذا الطعام لايأكله وحده لكثرته, فلما استرابوا حاله تبعوه فوجدوه يراقى إلى حائط في سطح الجامع، ثم ينزل إلى موضع خال صورة بيت خراب، وفيه قط آخر أعمى، وكل ما يأخذه من الطعام يحمله إلى ذلك القط ويضعه بين يديه، وهو يأكله، فعجبوا من تلك الحال، فقال ابن بابشاذ: إذا كان هذا حيوانا أخرس قد سخر الله ـ سبحانه وتعالى ـ له هذا القط، وهو يقوم بكفايته، ولم يحرمه الرزق، فكيف يضيع مثلي؟

Diceritakan bahwa suatu hari Ibnu Babasyadz An-Nahwi sedang berada di atap Masjid Jami’ Mesir. Dia sedang makan suatu makanan dan di sampingnya ada banyak orang. Beberapa saat kemudian seekor kucing mendatangi mereka, maka mereka pun memberikannya secuil makanan. Kucing itu pun mengambil dengan mulutnya kemudian pergi meninggalkan mereka.

Tak beberapa lama kemudian kucing itu datang lagi, mereka pun melemparkan makanan lain kepada kucing tersebut. Kucing itu melakukan hal yang sama berulang-ulang. Setiap kali mereka melemparkan makanan, kucing itu mengambilnya lalu pergi kemudian kembali lagi. Orang-orang menjadi heran karena makanan sebanyak itu tidak mungkin dimakannya sendirian karena terlalu banyak.

Karena penasaran dengan hal itu, mereka pun mengikuti kucing tersebut dan melihatnya melompat ke atas dinding di atap Masjid Jami’ kemudian turun ke tempat yang searah dengannya di antara reruntuhan. Ternyata di dalamnya ada kucing lain yang buta. Semua makanan yang diambil dibawanya kepada kucing yang buta tersebut dan diletakkan di hadapannya, lalu kucing buta itu memakannya. Mereka pun merasa takjub dengan kejadian ini.

Maka berkatalah Ibnu Babasyadz, “Apabila untuk binatang buta seperti ini saja Allah Subhanahu wa Ta’ala menundukkan kucing ini untuknya. Kucing ini memenuhi kecukupannya dan tidak menghalangi rezekinya, maka bagaimana lagi dengan orang sepertiku?”

puss

Dari وفيات الأعيان و أنباء أبناء الزمان (Wafayat Al-A’yan wa Anba’ Abna’ Az-Zaman) juz 2 hal. 516 karya Al-Qadhi Ibnu Khallikan.

Catatan Galau Part 2

Sudah menjadi ketetapan Allah Jalla wa ‘Ala, kita sebagai manusia akan terus diuji dalam kehidupan ini berupa kesusahan dan kepedihan. Jiwa merasakan berbagai hal yang menyebabkan rasa sakit, kekhawatiran, kesedihan, penderitaan, dan kesempitan hidup. Terlebih lagi jiwa manusia memiliki tabiat suka berkeluh kesah atas ujian yang dia dapatkan.

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al-Ma’arij: 19)

Maka menjadi sesuatu yang menakjubkan, luar biasa, manakala beban berat ditambah tabiatnya yang suka berkeluh kesah itu justru dia gunakan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

عجبًا لأمرِ المؤمنِ ، إنَّ أمرَه كلَّهُ له خيرٌ ، و ليس ذلك لأحدٍ إلا للمؤمنِ ، إن أصابتْهُ سرَّاءُ شكر وكان خيرًا لهُ ، و إن أصابتْهُ ضرَّاءُ صبرَ فكان خيرًا له

“Sungguh menakjubkan Baca lebih lanjut